Dalam memastikan bahwa system grounding pada instalasi
listrik rumah anda telah
terpasang dengan baik, ada 2 bagian utama yang harus kita ketahui :
·
Instalasi
arde atau grounding yang ditanam telah terpasang dengan baik dan
mempunyai resistansi atau hambatan maksimal 5 Ohm (sesuai yang dinyatakan dalam
PUIL : Persyaratan Umum Instalasi Listrik)
·
Kabel
yang terpasang dalam system instalasi listrik rumah mempunyai inti kabel grounding didalamnya dan tersambung atau terkoneksi
dengan baik sampai stop kontak. Istilah teknis menyebut koneksi ini “bonding”, yaitu koneksi antar kabel grounding, sedangkan istilah “grounding” sendiri digunakan untuk koneksi kabelgrounding dengan system grounding yang ditanahkan langsung (seperti grounding rod).
Memeriksa Instalasi grounding yang ditanam
Untuk
memeriksa bagian ini, mau tidak mau harus menggunakan alat yang dinamakan “Earth Tester”. Alat ini memang tidak umum, karena biasanya hanya
digunakan oleh kontraktor atau instalatir yang memasang instalasigrounding. Fungsi alat ini adalah mengukur tahanan atau resistansi
arde / grounding yang terpasang. Bila tahanan yang terukur
masih lebih besar dari yang diharuskan, maka grounding rod yang ditanam harus ditambahkan agar lebih
dalam.
Secara
umum kita tidak bisa memeriksa sendiri bagian ini, kecuali anda punya “Earth tester”. Jadi cukup serahkan saja pemeriksaannya kepada
kontraktor listrik yang kompeten dan terpercaya. Yang penting anda mengerti
parameter yang menjadi patokan.
Memeriksa instalasi grounding yang terkoneksi dalam
instalasi listrik rumah
Nah,
memeriksa bagian ini relatif bisa kita lakukan. Dikatakan relatif karena
tergantung dari peralatan yang kita miliki dan kepercayaan diri untuk
melakukan.
Yang
perlu anda periksa adalah bagian stop kontak, apakah kabel grounding (lebih tepatnya “bonding”) sudah terpasang sampai titik ini. Seperti dijelaskan
di awal, secara teknis istilah “bonding”
digunakan untuk koneksi antara kabel grounding dengan kabel grounding lain. Jadi bonding adalah sistem yang terkoneksi di seluruh bagian rumah dan
salah satunya berujung pada stop kontak. Sedangkan “grounding” adalah koneksi antara kabel groundingdengan sistem grounding yang ditanam. Warna kabel bonding dan grounding tetap sama, yaitu warna hijau atau kuning-hijau.
Bila
salah satu stop kontak tidak terkoneksi kabel bonding, maka fungsi pengaman dari kebocoran arus listrik akibat
kegagalan isolasi tidak akan bekerja. Bahasa mudahnya, potensi anda kesetrum
saat menggunakan peralatan listrik akan sangat besar.
Alat
yang digunakan adalah multitester atau Avometer dan screwdriver (obeng). Dengan multitester, kita bisa melakukan “continuity test” terhadap koneksi kabel bonding setiap stop kontak. Bila tidak punya, obeng
masih bisa digunakan untuk memeriksa secara visual apakah kabel bonding sudah terkoneksi atau tidak di dalam stop
kontak, walaupun validitas hasilnya masih perlu diuji.
PERHATIAN :
LAKUKAN KEDUA METODE INI DENGAN MEMATIKAN TERLEBIH
DAHULU INSTALASI LISTRIK DI RUMAH ANDA DENGAN CARA “SWITCH OFF” CIRCUIT
BREAKER DI KWH METER DAN MCB BOX, UNTUK MEMASTIKAN ANDA AMAN DARI BAHAYA
LISTRIK
Metode pertama : Memeriksa koneksi kabel bonding dengan multitester (continuity test)
·
Pastikan
listrik di rumah anda sudah dimatikan terlebih dahulu (lihat peringatan
diatas). Switch off circuit breaker seperti gambar dibawah.
Pengaman tipe MCB
·
Buka
tutup MCB box.
·
Pastikan probe dari multitester (kabel warna merah dan hitam) terpasang pada lubang yang
bersimbol “V Ω” untuk probe warna merah dan “COM” untuk probe warna hitam. Contoh yang digunakan adalah multitester tipe digital.
Posisi Multitester dan
probe untuk check tegangan
·
Putar
selector di multitester ke posisi Voltage AC (symbol “V~”) untuk mengukur tegangan. Lihat
gambar diatas.
·
Periksa
tegangan di circuit breaker dengan multitester dan pastikan sudah tidak ada tegangan (penunjukan dimultitester 0 (nol) volt). Bisa juga gunakan test pen untuk memastikan tidak ada tegangan. Dalam
gambar dibawah, periksa setiap titik dari circuit breaker (garis warna merah)
untuk memastikan tidak ada tegangan. Pastikan juga circuit breaker sudah switch
off (kotak warna biru)
Memeriksa tegangan di MCB
Box
·
Putar selector di multitester ke posisi Ohm (tanda “Ω”) untuk mengukur resistansi.
Posisi multitester dan
probe untuk check resistansi
·
Hubungkan
salah satu probe ke terminal grounding (terminal PE) di MCB box dan probe yang lain ke terminalgrounding di stop kontak.
Continuity Test grounding
kabel antara MCB Box dan stop kontak
·
Lihat
pembacaan. Bila hasilnya menunjukkan hampir resitansi yang kecil, hampir
mendekati 0 (nol) ohm, maka dipastikan terminal grounding di stop kontak terkoneksi dengan baik ke grounding terminal di MCB Box. Bila hasilnya menunjukkan resistansi dalam satuan
kilo-ohm (kΩ) atau mega-ohm (MΩ) maka koneksinya kurang baik atau malah tidak
terkoneksi. Contoh hasil pengukuran dari gambar dibawah adalah sebesar 1.2 ohm.
·
Lanjutkan
pengukuran dengan stop kontak lain. Bila jarak antara MCB Box dengan stop
kontak sudah terlalu jauh, maka bisa dilakukan pengukuran antar stop kontak.
Continuity test kabel
grounding antar stop kontak
Contoh visual continuity test koneksi bonding
antar stop kontak
·
Bila
sudah selesai, jangan lupa untuk memasang kembali tutup MCB Box dan switch ON Circuit Breaker agar listrik di rumah anda normal kembali.
Bagaimana
bila hasilnya tidak memuaskan atau resistansinya cukup besar. Dalam kasus ini,
anda harus melakukan pemeriksaan visual terhadap stop kontak tersebut. Silahkan
ikuti metode kedua.
PERHATIAN :
UNTUK MEMASTIKAN MULTITESTER ATAUPUN TEST
PEN MASIH BERFUNGSI DENGAN BAIK, SEBELUM ANDA MEMATIKAN INSTALASI
LISTRIK RUMAH, TERLEBIH DAHULU LAKUKAN LANGKAH KETIGA DAN KEEMPAT
DARI METODE DIATAS, KEMUDIAN COLOK KEDUA PROBE KE
MASING-MASING LUBANG DI STOP KONTAK. JIKA PEMBACAAN PADA MULTITESTER ANDA
MENUNJUKKAN TEGANGAN +/- 220V, MAKA MULTITESTER BISA DIKATAKAN
MASIH BERFUNGSI DENGAN BAIK.
Test multitester untuk
memastikan masih berfungsi dengan baik
Metode kedua : Pemeriksaan visual koneksi kabel bonding pada stop kontak
Bila
tidak memiliki multitester atau hasil pembacaan dari metode pertama
tidak memuaskan, anda pun masih dapat melakukan metode ini.
·
Pastikan
listrik di rumah anda sudah dimatikan terlebih dahulu (lihat peringatan
diatas).
·
Buka
tutup stop kontak dengan obeng (+) pada mur bagian tengah. Lihat gambar
dibawah.
Stop Kontak tipe In-Bow
yang terpasang di Instalasi Listrik Rumah
·
Perhatikan
terminal kabel grounding di stop kontak (ada di bagian tengah) dan
lihat apakah ada kabel grounding(warna hijau atau kuning-hijau) terkoneksi disana.
Contoh koneksi kabel
grounding di stop kontak (lingkaran merah)
·
Bila
ada terkoneksi, kemungkinan besar system bonding di stop kontak sudah terpasang. Bila tidak
ditemukan, kemungkinan besar kabel grounding / bonding tidak dikoneksi.
Contoh stop kontak yang tidak terkoneksi
kabel grounding / bonding
·
Pasang
kembali tutup stop kontak dan lanjutkan dengan stop kontak lainnya.
·
Bila
sudah selesai, jangan lupa switch ON Circuit Breaker agar listrik di rumah anda normal kembali.
Dari
kedua metode ini, bisa kita kita perbandingkan kelebihan dan kekurangan
masing-masing agar lebih jelas bagi pembaca, yaitu :
·
Metode
pertama jelas membutuhkan alat multitester tetapi hasilnya lebih valid karena ada nilai resistansi
(ohm) yang diukur sebagai hasil continuity test. Yang perlu diperhatikan adalah multitester itu masih berfungsi dengan baik.
·
Metode
kedua relatif lebih murah dan mudah, cukup menggunakan obeng atau screwdriver. Hanya saja hasil yang dicapai belum tentu
sebaik metode pertama. Hal ini karena bisa saja kabel bonding kelihatan terkoneksi di stop kontak tetapi
tidak terhubung dengan sistem grounding keseluruhan.
·
Kedua
metode tetap memerlukan pengamanan dari bahaya listrik dengan cara mematikan
sumber listrik terlebih dahulu.
Beberapa
kemungkinan hasil pemeriksaan yang dilakukan adalah sebagai berikut :
·
Multitester menunjukkan
resistansi yang besar tetapi pemeriksaan visual menunjukkan kabel groundingterkoneksi di stop kontak. Untuk hasil
seperti ini, kemungkinan kabel grounding putus di tengah jalan atau tidak disambung dalam koneksi
di atas plafon.
·
Multitester menunjukkan
resistansi yang besar dan pemeriksaan visual menunjukkan kabel grounding tidak terkoneksi di stop kontak. Untuk kasus
seperti ini, kabel yang terpasang di stop kontak biasanya hanya berinti dua,
yaitu untuk phase dan netral saja (biasanya warna hitam dan
biru). Untuk hasil seperti ini, sebaiknya kabel diganti dengan yang berinti
tiga yaitu untuk phase, netral dan grounding.
·
Multitester menunjukkan
resistansi yang rendah (hampir 0 (nol) ohm) dan pemeriksaan visual menunjukkan
kabel grounding terkoneksi di stop kontak. Ini adalah hasil
yang kita harapkan.
Seperti
yang telah kami uraikan di bagian awal, satu hal yang perlu diperhatikan adalah
kepercayaan diri dalam melakukan metode-metode ini. Bila anda merasa tidak
percaya diri, sebaiknya anda menyerahkan kepada orang yang lebih mengerti dan
kompeten dalam hal listrik untuk melakukannya. Kita harus selalu berpedoman
bahwa keselamatan adalah hal yang utama.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar